Friday, 06 December 2019
News

Hary Tanoe akan Perkenalkan RCTI+

Mayoritas konten kreatif pada RCTI+ hanya bisa diakses oleh penggunanya

Pemilik MNC Group, Hary Tanoesodibjo. (Reuters/Beawiharta)

iSATELIT.com – Salah satu pemain besar industri televisi nasional, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pada kuartal ketiga tahun ini akan memperkenalkan platform digital baru bernama RCTI+.

BACA JUGA:
» Adakah Biss Key Liga 1 di Indosiar?
» Sinetron di RCTI Diacak, Apakah Bisa Dibuka?
» Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak

Melansir press release perusahaan, Senin (20/05/2019), RCTI+ akan memberikan jasa siaran langsung saluran TV tidak berbayar (Free To Air/FTA), perpustakaan, dan konten kreatif yang merupakan unggulan platform baru satu ini.

Perusahaan menyampaikan bahwa mayoritas konten kreatif pada RCTI+ hanya bisa diakses oleh penggunanya, dimana konten tersebut terdiri dari bloopers (adegan yang salah), behind the scene (adegan di belakang layar), audisi, kuis, dan serial web.

Sementara itu, MNCN menyampaikan bahwa perusahaan memimpin dalam basis pengikut di social media dengan lebih dari 37 juta subscriber di halaman YouTube, dan total lebih dari 48 juta user di semua jaringan media sosial yang dimiliki perusahaan.

Seiring dengan ekspansi besar-besaran pada anggaran iklan digital dan konten, MNCN juga mengembangkan aktifitas digital diantaranya digital mobile, online portal, konten digital untuk media sosial, lisensi konten, dan platform streaming lainnya.

Sebagai informasi, belum lama ini perusahaan sudah menanamkan investasi pada salah satu penyedia layanan hiburan digital di Asia Tenggara, Iflix. Dengan kemitraan tersebut, Iflix akan dapat membeli 10.000 jam konten dari program utama MNC untuk ditayangkan (streaming) secara eksklusif langsung di Iflix.

Iflix saat ini tersedia untuk pelanggan di beberapa negara termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei, Sri Lanka, Pakistan, Myanmar dan Vietnam, selain kantor pusatnya di Malaysia. Lebih lanjut, layanan ini juga akan tersedia di negara lainnya termasuk Maladewa, Kuwait, Bahrain dan Arab Saudi.

Hal ini berarti program dan konten miliki perusahaan akan lebih banyak diakses oleh pengguna di penjuru Asia Tenggara. Alhasil, bargaining power (daya tawar) untuk pemasukan iklan menjadi lebih basar.

Sepanjang tahun 2019, perusahaan menargetkan bahwa pemasukan dari iklan kreatif (creative ads) akan tumbuh setidaknya 50% dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar Rp 300 miliar.

Lebih lanjut, dengan inisiatif di atas perusahaan yakin bahwa pemasukan akan naik 100% per tahun dalam dua tahun ke depan.

Untuk diketahui, pada 3 bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan meroket hampir dua kali lipat (99,85% YoY) menjadi Rp 547,68 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 274,04 miliar.

Pertumbuhan laba bersih yang fantastis pada kuartal pertama tahun ini didukung dari kenaikan pendapatan konten dan iklan digital. Terlebih lagi, tidak seperti periode sebelumnya, pada periode ini perusahaan mencatatkan keuntungan atas selisih kurs mencapai Rp 70,34 miliar. 

Bagaimana Tanggapan Anda?
Baca juga:  RCTI, MNC TV dan Global TV Dilarang Di-Relay TV Kabel

Leave a Reply

PPTV HD Siarkan Liga Inggris
Ini Penyebab PPTV HD Berhenti Siarkan Liga Inggris
KPI Sanksi Spongebob Squarepants, Ini Sebabnya
KPI Sanksi Spongebob Squarepants, Ini Sebabnya
Liga Inggris di TVRI Tidak Diacak Biss Key
Liga Inggris di TVRI Tidak Diacak Biss Key
RCTI GTV dan MCTV Diacak 24 Jam di Parabola
RCTI, GTV dan MCTV Diacak 24 Jam di Parabola
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola di Parabola
Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Jum’at (19/09/2019) sampai Senin (19/09/2019) di Parabola
Siaran Alternatif Liga Champions 2019-2020 di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Kualifikasi Piala Dunia Indonesia vs Thailand di Parabola
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia
Siaran Alternatif Indonesia vs Malaysia di Parabola
Frekuensi Terbaru Trans7 di Satelit Telkom 4
Frekuensi Terbaru Trans7 di Satelit Telkom 4
Inilah Frekuensi MPEG-2 Siaran RCTI, Global TV dan MNCTV
Frekuensi Terbaru RCTI, Global TV, MNCTV dan iNewsTV
Ini Penyebab Siaran RCTI dan Global TV Hilang
Frekuensi Mola Sports di Parabola
Frekuensi Mola Sports di Parabola
RTM TV 1, salah satu siaran milik Kerajaan Malaysia yang berada di satelit Measat 3A. (Dok. iSATELIT.com)
Frekuensi RTM TV 1 dan TV 2 Malaysia Terbaru
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
RCTI, MNCTV dan GTV Diacak Setiap Pukul 18:00 WIB
Frekuensi Terbaru CTN, CNC dan MyTV Kamboja
Frekuensi CTN CNC dan MyTV Kamboja Terbaru
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
Daftar Siaran dan Frekuensi NEX Parabola
SCTV dan Indosiar di Ninmedia Hilang
SCTV dan Indosiar di Ninmedia Hilang? Ini Solusinya
Receiver Rekomendasi Ninmedia
Inilah Receiver Rekomendasi Ninmedia
Pay TV Grup SCTV dan Indosiar Ini Tutup 1 September
Pay TV Grup SCTV dan Indosiar Ini Tutup 1 September
Cara Termurah Nonton RCTI GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Termurah Nonton RCTI, GlobalTV dan MNCTV yang Diacak di Parabola
Cara Nonton RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang Diacak
Siaran TV Alternatif Nonton Piala AFF 2018 di Parabola
Siaran TV Alternatif Nonton Piala AFF 2018 di Parabola
PSSI Anniversary U-19 Tournament di RCTI dan INewsTV Diacak, Ini Solusinya